Factualinsight, Jayapura ─ Belakangan ini beredar tudingan di media sosial yang menyebut bahwa TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polri (Kepolisian Republik Indonesia) terlibat dalam teror, pembunuhan, dan kejahatan terhadap warga sipil di Pegunungan Bintang, Papua, serta tidak mampu membedakan antara warga sipil dan anggota TPNPB-OPM. Klaim ini bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari propaganda agenda separatis yang berupaya merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan nasional.
1. Peran TNI-Polri Sesuai Tugas Konstitusional
TNI dan Polri berada di Papua untuk menjalankan tugas konstitusional, menjaga keamanan, melindungi seluruh warga negara, dan menciptakan stabilitas di wilayah terpencil. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan sendiri telah menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak berkaitan dengan aktivitas ilegal seperti penambangan emas dan tugasnya semata-mata adalah untuk menjaga keamanan serta melindungi warga sipil di seluruh kawasan Papua. Pemerintah juga menyatakan bahwa narasi yang menyamakan warga sipil seperti guru, tenaga kesehatan, dan pekerja dengan aparat keamanan adalah disinformasi berbahaya yang sengaja dibangun pihak separatis untuk menyesatkan publik.
2. TNI-Polri Melakukan Pendekatan Humanis dan Kemanusiaan
Selain operasi keamanan, TNI dan Polri aktif melakukan patroli dialogis dan pendekatan terhadap masyarakat setempat, termasuk anak-anak, untuk menjalin kepercayaan dan hubungan baik dengan warga Pegunungan Bintang. Personel operasi tersebut menyapa hangat warga, memberikan pesan keharmonisan, dan menegaskan komitmen mereka untuk menjadi mitra bagi masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, aparat juga menggelar bakti sosial bersama masyarakat, termasuk pemberian sembako secara sukarela oleh TNI-Polri kepada warga distrik yang membutuhkan. Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari warga, tetapi juga mempererat hubungan dan menunjukkan bahwa kehadiran mereka bukan semata-militer, tapi juga kemanusiaan.
3. Bantuan Kesehatan dan Layanan Publik
TNI melalui Satgas Pembinaan Teritorial juga memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat Papua, termasuk pemeriksaan dan pengobatan bagi warga di kampung-kampung terpencil. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di daerah yang sangat minim fasilitas kesehatan.
Ada pula aksi heroik dalam bentuk evakuasi medis terhadap anak sakit agar mendapatkan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang layak, memperlihatkan bahwa TNI memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan warga sipil.
4. Sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk Kesejahteraan
Patroli gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah tidak hanya fokus pada isu keamanan, tetapi juga pada pengendalian penyakit sosial, edukasi hukum, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat lokal. Pendekatan semacam ini mendapat respons positif dari warga karena memberikan rasa aman dan mendukung kesejahteraan komunitas.
5. Realitas Konflik: Kekerasan TPNPB-OPM terhadap Warga Sipil
Data resmi menunjukkan ancaman nyata dari kelompok bersenjata seperti TPNPB atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang telah melakukan serangan terhadap warga sipil, termasuk pendulang emas dan tenaga pendidikan, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Ini merupakan fakta penting yang sering tidak disampaikan dalam narasi propaganda yang justru memutarbalikkan posisi korban dan pelaku.
Tudingan bahwa TNI-Polri secara sengaja menarget warga sipil di Pegunungan Bintang tidak didukung oleh fakta yang objektif dan cenderung merupakan bagian dari narasi propaganda yang dibangun kelompok separatis untuk merusak persepsi publik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa TNI-Polri beroperasi dalam kerangka konstitusional, menjunjung tinggi perlindungan warga sipil, dan melakukan banyak tindakan humanis serta dukungan kesejahteraan di daerah terpencil Papua.
Pendekatan yang seimbang antara keamanan dan kemanusiaan oleh aparat menunjukkan bahwa mereka tidak hanya hadir sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai pelindung dan mitra masyarakat. Membedakan antara pelaku kekerasan terorganisir dan warga sipil merupakan hal yang fundamental dan aparat telah berupaya keras untuk menjaga perlindungan tersebut sepanjang operasi di Papua.
