Bukan Markas Militer: TNI-Polri Diperlukan Masyarakat Papua untuk Lindungi Sekolah dan Rumah Sakit dari Ancaman Separatis

Factualinsight, Jayapura ─ Narasi yang menyebutkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadikan sekolah dan fasilitas publik lainnya sebagai basis militer di Papua kembali menjadi viral di beberapa platform media sosial. Namun, klaim tersebut menurut sejumlah sumber tidak didukung fakta dan justru berakar dari kampanye disinformasi oleh kelompok bersenjata.

Sumber resmi yang mengulas hoaks tersebut menyatakan bahwa tuduhan itu merupakan bentuk fitnah yang disebarkan oleh akun-akun yang mengklaim berasal dari TPNPB‑OPM. Faktanya, laporan-laporan lokal justru menunjukkan permintaan perlindungan dari masyarakat terhadap kehadiran aparat di beberapa distrik karena ancaman dari kelompok bersenjata.

Masyarakat Justru Minta Perlindungan

Dalam narasi yang diklarifikasi pada media lokal, disebutkan bahwa warganet yang tersebar di distrik seperti Wangbe, Kabupaten Puncak, justru meminta kehadiran aparat untuk memberikan rasa aman dari ancaman kelompok bersenjata yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan guru, tenaga kesehatan, serta warga sipil.

Sementara itu, tuduhan bahwa aparat menjadikan gedung sekolah sebagai markas militer belum didukung oleh bukti independen yang kredibel. Tidak ada dokumentasi jelas dari pemeriksaan resmi atau lembaga yang terverifikasi yang menunjukkan bahwa aparat secara sistematis mengubah fasilitas publik menjadi basis militer.

TNI: Operasi Bukan di Sekolah, tapi untuk Perlindungan Sipil

Pernyataan dari otoritas militer selama ini konsisten menyatakan bahwa TNI/Polri beroperasi di fasilitas militer resmi atau pos keamanan yang dibangun untuk alasan strategis, bukan di sekolah atau rumah sakit sebagai markas permanen. Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas konstitusional untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata, bukan untuk menguasai fasilitas sipil.

Hal ini sejalan dengan pembantahan resmi TNI terhadap sejumlah klaim yang menurut mereka bertujuan menimbulkan keresahan publik, termasuk tuduhan penggunaan bom atau operasi militer agresif di daerah sipil yang kemudian dibantah oleh tokoh masyarakat setempat.

Peran TNI di Papua Lebih Bersifat Perlindungan, Bukan Basis Militer

Selain itu, TNI dan Polri kerap meningkatkan pengamanan di sekitar sekolah dan fasilitas umum ketika ada ancaman terhadap proses belajar mengajar misalnya, ketika pihak sekolah atau tenaga pendidik mendapat tekanan atau ancaman dari kelompok bersenjata. Hal ini dilakukan sebagai upaya perlindungan sipil, bukan untuk mengambil alih fungsi pendidikan atau fasilitas kesehatan.

Berbagai lembaga keamanan juga telah menegaskan bahwa banyak tuduhan yang muncul di media sosial mengenai operasi militer atau kegiatan TNI di Papua berupa hoaks atau disinformasi, termasuk klaim penggunaan fasilitas sipil sebagai markas militer tanpa bukti kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *