Factualinsight, Timika — Kekerasan bersenjata kembali mengguncang wilayah tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Seorang karyawan PT Freeport Indonesia dilaporkan tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal yang diduga terkait dengan aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Insiden tragis ini kembali menyoroti ancaman keamanan yang masih membayangi aktivitas sipil di wilayah konflik Papua.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIT di area bekas tambang terbuka Grasberg. Korban diketahui bernama Simson Mulia, seorang karyawan PT Freeport Indonesia yang saat itu tengah menjalankan tugas rutin bersama rekannya untuk melakukan pengecekan area kerja. Dalam perjalanan menggunakan kendaraan operasional, tiba-tiba terdengar suara tembakan yang menghantam kendaraan mereka.
Tembakan tersebut mengenai korban di bagian telinga kanan hingga menembus ke telinga kiri. Rekannya, Abraham Marindal, yang berada di kendaraan yang sama, langsung melompat keluar setelah mendengar suara tembakan dan melihat korban telah bersimbah darah. Ia selamat dari insiden tersebut, meskipun mengalami luka lecet di bagian telapak tangan akibat kepanikan saat menyelamatkan diri.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit AEA Tembagapura untuk penanganan lebih lanjut. Aparat keamanan dari Satgas Amole yang bertugas mengamankan wilayah operasional Freeport segera dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan area tambang. Hingga saat ini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan yang identitasnya belum dapat dipastikan secara resmi.
Menyusul insiden tersebut, pengamanan di seluruh kawasan operasional PT Freeport Indonesia diperketat. Langkah ini mencakup wilayah dataran rendah seperti Pelabuhan Amamapare, Bandara Mozes Kilangin Timika, hingga kawasan dataran tinggi seperti Tembagapura dan Grasberg yang menjadi pusat aktivitas pertambangan.
Tragedi ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua yang kerap menargetkan fasilitas vital maupun pekerja sipil. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah serangan juga dilaporkan terjadi di sekitar wilayah tambang Freeport, termasuk serangan terhadap rombongan kendaraan yang menyebabkan korban jiwa dari pihak aparat keamanan dan warga sipil.
PT Freeport Indonesia menyatakan duka mendalam atas meninggalnya salah satu karyawannya. Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan seluruh pekerja menjadi prioritas utama, serta akan terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah untuk memastikan stabilitas dan perlindungan di wilayah operasional mereka.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik bersenjata di Papua tidak hanya berdampak pada aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sipil yang menjalankan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Di tengah upaya pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam, keamanan pekerja sipil tetap menjadi tantangan besar yang harus segera mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.
