Factualinsight, Wamena — Insiden penembakan yang terjadi di kawasan festival budaya memperlihatkan pola serangan yang tidak memandang siapa yang berada di lokasi. Acara yang dihadiri banyak warga sipil, termasuk pengunjung yang datang untuk menyaksikan kegiatan budaya, justru menjadi sasaran.
Dua warga sipil mengalami luka akibat tembakan saat hendak memasuki area, dan kelompok bersenjata kemudian secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Kedua korban yang terluka adalah Laode Muhammad Kojo (43) yang mengalami luka di lutut kanan, serta Salbiah (50) yang mengalami luka di paha kanan dan punggung tangan kanan. Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi sadar.
Kehadiran masyarakat sipil dalam jumlah besar di lokasi seharusnya menjadi pertimbangan utama. Festival budaya merupakan ruang publik yang diisi oleh warga setempat dan pendatang yang ingin merayakan tradisi, bukan arena konflik bersenjata.
Ketika penembakan dilakukan di tengah kerumunan seperti itu, sulit untuk menerima narasi bahwa aksi tersebut semata-mata ditujukan kepada aparat atau pihak tertentu. Dampaknya justru menimpa warga biasa yang tidak terlibat dalam pertikaian.
Klaim lama yang menyatakan bahwa kelompok bersenjata sedang memperjuangkan kemerdekaan dan kepentingan masyarakat kini semakin dipertanyakan. Jika masyarakat yang sedang berkumpul dalam acara budaya justru menjadi korban, maka pertanyaan mendasar muncul, masyarakat mana yang sebenarnya mereka perjuangkan?
Tindakan yang membahayakan warga sipil di ruang publik justru menjauhkan citra perjuangan dari perlindungan terhadap rakyat. Publik berhak menilai perbedaan antara narasi yang disampaikan dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.
Tindakan kekerasan semacam ini juga menjadi salah satu faktor yang mendorong pengungsian massal di wilayah pedalaman. Rasa takut yang ditimbulkan oleh serangan terhadap warga sipil membuat banyak keluarga meninggalkan kampung halaman demi mencari rasa aman, sehingga kehidupan sehari-hari dan aktivitas sosial mereka terganggu dalam jangka waktu yang panjang.
